Thursday, September 20, 2012

Hei, Kau

Hei kau, kamu atau apapun aku memanggilmu...
Terimakasih telah menghantui (menghiasi, red) hari-hariku...
Hei kau, yang kau akui sendiri jika wajahmu tak konsisten dalam bidikan kamera.
Terimakasih telah menjadi motivatorku walau secara tak langsung...
Hei kau, yang pesanmu memang ku harapkan hadir di benda kotak kecil berwarna hitam milikku.
Terimakasih, terimakasih, terimakasih...

Hei kau, inilah kejujuranku...
Aku menyayangimu untuk satu hari saja agar proses itu menjadi "sempurna".
Tapi bukan satu hari lalu usai, buang jauh pemikiran itu jika terlintas.
Melainkan satu hari dikalikan setiap harinya sampai nafas ini terhenti.

Pura-puranya surat, hahaha... *ilustrasi saja*

Hei kau, inilah pengakuanku...
Aku mencintaimu karena dirimu, ya karena kamu.
Bukan karena embel-embel lainnya,
Bukan karena sifatmu,
Bukan karena sikapmu,
Bukan karena kebaikanmu,
Bukan karena canda-tawamu,
Bukan juga karena senyum manismu itu.
Sungguh bukan.

Hei kau, tak kau tanyakan kenapa ku katakan itu?
Inilah alasanku,
karena kalau aku menyayangimu karena sifatmu,
karena kalau aku mencintaimu karena sikapmu,
karena kalau aku mengagumi kebaikanmu,
karena kalau aku menyukai canda-tawamu,
karena kalau aku terpesona oleh senyum manismu,
Itu sama dengan membunuh perasaanku sendiri, secara perlahaan, layaknya harimau mengoyak mangsanya, perlahan, sadis dan pasti, MATI.
Itu juga sama saja aku mengibarkan bendera keegoisanku saja.

Hei kau, yang saat ini sedang jauh disana.
karena hati ini utuh, yang juga sejalan keinginanku untuk saling mengutuhkan.
Ku katakan kembali, "Mencintaimu karena dirimu, ya karena kamu".
Taukah kau apa artinya...??
Juga untuk menjawab arti paragraf sebelumnya.
Ya, karena kau adalah bidadari yang masih manusia biasa, kan?
Sifatmu, bisa saja benar dan bisa salah.
Sikapmu, juga bisa benar dan salah kan?
Karena kita masih manusia,
mampu untuk berbuat baik dan benar,
namun juga bisa khilaf, berbuat salah dan menyakiti.
Tak selamanya kita berbuat baik karena kadang tersandung khilaf,
dan tak mungkin juga berbuat salah selamanya karena bukan setan, benar kan?

Hei kau, itulah mengapa aku mencintaimu karena dirimu.
Yang berarti keseluruhan dari dirimu,
baik-buruknya dirimu,
terang-gelapnya sisi dirimu,
tinggi-rendahnya motivasimu,
itu hanya embel-embel saja,
dan sekali lagi artinya, sama dengan "I Love You just the way you are".

Hei kau, masih bingung...??
Ya sudah abaikan saja setumpuk kalimat diatas yaa?
Setumpuk kalimat itu karena, atau anggap saja sebagai,
simbol dari perasaanku, sayang, cinta atau apapun namanya.
bentuk dari kepedulianku padamu,
wakil dari rasa rindu yang semakin menggunung.

Hei kau, merasa ini hanya sebuah gombal belaka...??
Tapi nyatanya, ada dua malaikat utusan-NYA di kedua sisiku ini.
Juga ada malaikat pencabut nyawa yang kapan saja bisa mencabut nyawaku, kan?
Jika ini adalah tipuanku, maka hanya akan menambah berat siksa ku di alam sana, iya kan?
Namun jika kau yakini ini bentuk dari ketulusan perasaanku, ku harap pula akan terlontar doa dari hatimu, sebagai bekal dan saksi kelak saat hari peradilan-NYA.

Hei kau, akan ku ringkas setumpuk kalimat ini menjadi,
"This i promise you, forever by yourside"
"I Lof You", katamu sambil meralat ucapanku kala itu, ingatkan?
"Ijinkan aku menyayangimu", seperti judul lagu Iwan Fals.
 "Ketulusan perasaan ini akan ku jaga, untukmu"

Hei kau, sampai saat ini doaku masih ku panjatkan untukmu, melebihi doa untuk diriku sendiri.
Doa untuk kesehatanmu,
Doa untuk kesuksesanmu, dan lainnya.

Hei kau, selama ini aku hanya berdoa untuk dapat memahami dan mengerti akan dirimu, itu saja.
Karena aku masih YAKIN, kedua doaku itu akan mengantarkan bahkan mempertemukan perasaanku dan kau, semoga saja begitu.

Hei kau, sekian saja.
Jika ungkapan rasa sayang/cinta mampu terwakili oleh kalimat, ya cuma ini saja.
Sisanya...??
Ku buktikan melalui SIKAP dan TINDAKANKU, :)

Hei kau, ti amo...
dan terimakasih sudah membaca, :)


** Maaf bagi yang menganggap posting ini terlalu lebay, alay atau apapun namanya. Itu hanya di persepsimu saja, bukan di persepsiku. Karena posting ini hanya untuk "Seseorang" saja. 

22 comments:

  1. Ciye akhirnya ditunjukan yaa, kok seseorangnya gag di link mas ke mbak mae #eehh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Link-nya sudah via HATIKU saja, :D

      Delete
    2. weh udah main via hati toh sekarang, eeh kau pajak jadiannya mana :p

      Delete
  2. alay banget Mas. Upppst, bercanda Mas Gandi....


    bagus kok. kira2 seseorang itu udah baca apa belum Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga sudah eheemm,, hahahaha... :p

      Delete
  3. Nyesekkkkkk... bacanya :-x sakitttttt..... :cry:
    Akh jadi inget dia lagi :-P Tetap tetap "No to Back"
    Hahaaaa... :lol:

    ReplyDelete
  4. pasti pas bikin ini sampeyan ngadep ke timur ya Bli hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyalah Om, kalo hadap kiblat ya itu lagi sholat, :))

      Delete
  5. wow.....cinta tak beralasan :D.... cc #kode

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, =))

      Delete
  6. whaowwww *jadi komen deh. gatel nih jempol. wkwkwk #sekian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uhuuuuyyy,, muncul juga, :)
      Makasih yaaa,, :p

      Delete
  7. Hey kauu... mau mencoba nyaingin postingan saya nih?? hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah,,, ampun gak mau saingin Ratunya, Ratu Horor =))

      Delete
  8. hemm, kata kata cinta yang serem, nggak takut nih bli bermain cinta, hehe ^^

    ReplyDelete
  9. Saleum,
    Hei kau, semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...