Tuesday, September 11, 2012

Misi Pembebasan

Ku kerahkan pasukan gajah dan sekumpulan pasukan monyet untuk menambah kekuatan armadaku, untuk pukul mundur semua kekuatan lawan. Memang banyak yang dikorbankan tanpa sengaja untuk menolong kami, dalam misi pembebasan Mae dari penculikan pihak musuh yang kabarnya disekap di suatu istana.


Pertempuran pun berlanjut tanpa ampun, walaupun desa tetangga harus terbakar dan musnah, ku pikir mereka ikhlas. Yaah, memang ini jalan satu-satunya karena dia-lah yang terpenting, posisinya sebagai putri Raja memang berbahaya dan menjadi sasaran pihak lawan untuk menghancurkan kerajaan kami.

Kembali ke pertempuran, pasukan kami pun sempat mundur karena serbuan pasukan cicak. Ya hewan kenyal itu bersenjata dan merangsek masuk ke pertahanan kami, sebenarnya inilah sisi negatifku sebagai seorang yang ditugaskan Raja untuk pembebasan putrinya, "mae". Phobia dengan cicak hingga memberi perintah yang nyaris salah dengan menarik mundur pasukan kami, tapi tak salah juga nyatanya pasukan kami kalah jumlah.

Di tempat yang dirahasiakan rapat pun diadakan, menyusun strategi bersama para jendral dan panglima perang yang sudah berpengalaman.

"Baik, kita akan tambah armada dengan tambahan pasukan Gorila dan Elang yang bertugas dari udara, dan pasukan gorila sebagai pendobrak di depan, kalian mengerti?" Tanya salah seorang panglima perang pada seluruh pasukan.

Sesaat sebelum briefing usai, aku mengusulkan untuk berangkat sendirian ditemani oleh seorang jendral, menggunakan pasukan seadanya dan bersifat rahasia untuk mengelabui musuh. Mau tak mau harus disetujui karena mandat Sang Raja ada padaku,.

***

Saat pasukan kami berhasil masuk daerah lawan dan mengambil alih, aku pun diam-diam menyusul ke istana dibantu oleh jendral yang mengawalku sejak awal.

Hanya berbekal pedang seadanya, tanpa tameng apa pun. Ku panjat tower di satu sudut istana yang disanalah mae ditawan.

Yeeeaah, i got it. Akhirnya aku menemukan lokasinya, mudah saja bagiku membuka pintu penjara karena tips yang diberikan oleh seorang sahabat yang mantan copet dan spesialis pembobol pintu penjara, hahaha....

"Akhirnya kau datang juga", katanya dengan tatapan mata yang lemah.

"Bukankah ini kewajibanku? Untuk menjagamu bukan? Ah sudahlah,, kita harus keluar dari sini"

"Iya", tuturnya.

Kami pun bergegas menuju pintu keluar.

Celaka, ternyata musuh tau keberadaanku sebagai penyusup.

"Putar balik, kembali ke penjara dan tunggu disana, cepaat!" pintaku pada mae yang diturutinya.

***

It's my time, *mengambil pedang dari selongsongnya* dengan semangatnya ingin ku tebas tubuh pasukan musuh itu. Ku acungkan dengan gagahnya pedang itu ke "langit", untuk menggertak lawan.

ilustrasi yang gak nyambung

Tapi mereka tertawa dengan nada meledek yang membuat ku penasaran dan bertanya "Ada apa ini?"

Gubraaaaakk,,, okee kecerobohan telah terjadi. Ternyata pedang ku tertukar dengan belati milik tukang jagal, kalau sudah begini terpaksa pasang kuda-kuda untuk mengelabui mereka dan *Kabuuuuuurrr*

Tanpa pikir panjang ku jemput mae di ruangan penjara yang memang ada jendela menghadap ke arah barat, ku raih tangannya dengan sedikit memaksa dan kami pun terjun bebas ke luar jendela...

dan........................................

Saya pun terbangun, maaf ya posting ini gak jelas, alay atau pun lebay. Hanya cuplikan dari mimpi saya yang juga gak jelas dan banyak kehilangan detailnya, =))

Terimakasih....

8 comments:

  1. klo mimpi mah biasanya ga nyambung, tetapi seru menurut si pemimpi :D

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Ngakak kok melet?? :))
      Iya sih gak bisa nulis kayak ila, jadinya konyol, :D

      Delete
  3. Beuh... Ngimpi disiang bolong kau ini, kirain apaan taunya hencret tea wkwkwkwk

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...