Tuesday, November 27, 2012

Kita Semua Sama

Bertemu dengan seorang kawan lama, yang sebenarnya tak pernah akrab sama sekali karena aku lebih dahulu menjadi pendiam dan membisu sebelum Limbad ada di TV Nasional, hahahaha.... :)) . Okay, abaikan tentang dia karena menjadi catatan penting adalah apa yang kami bicarakan, ya hasil dari sebuah diskusi singkat tepatnya.

Tak bisa dipungkiri memang, rasanya bukan hanya aku saja karena bisa jadi kau pun berpikiran serupa, untuk menjadi Manusia Super (dengan konteks apapun menurut pemikiranmu sendiri). Yaah, menjadi manusia super dengan bakat yang lebih dibandingkan sesama sekilas menyenangkan, mengasyikkan, itu yang diidentikkan selama ini, dalam persepsiku dan mungkin juga persepsimu.

Tapi persepsi itu sirna setelah perlahan memahami apa point dari pembicaraanku dengannya, menyoal sebuah POWER yang BESAR pasti akan datang TANGGUNGJAWAB yang BESAR pula sebagai konsekuensi dari POWER yang dimiliki. Tak semua orang mampu memikul tanggungjawab yang besar, kau bisa jadi justru terperosok dalam jurang kelemahan, atau bahkan menjadi gila akibat ketidaksiapanmu sendiri!

Indigo, sebuah kata yang mungkin masih terdengar "WAH" di masyarakat. Indigo yang selalu diasosiasikan oleh kehebatan alami seorang anak manusia yang tak dimiliki anak lainnya, menjadi sosok yang kadang terlalu "ditakuti" dan dijauhi.

Indigo, ternyata hanya tentang warna aura yang berbeda saja. Mereka juga adalah manusia biasa, sama seperti aku, dan kau yang membaca tulisan ini. Tak perlu menjauhi mereka hanya karena "mitos" seputar "kelebihan" mereka, mereka bukan monster. Pun tak perlu mendewakan mereka, karena faktanya anak Indigo tetap manusia biasa, sama sepertiku dan mungkin dirimu juga.

Terimakasih kawan, akhirnya persepsi ini kembali pada awalnya, tentang menjadi manusia biasa dan sederhana saja namun mampu memberi kontribusi lebih pada sesama, pada lingkungan, dengan penuh cinta dan kasih sayang, itu yang bawah sadarku tangkap, :D

Sekian saja, ku tutup dengan quotes :

"Being an Indigo, Genius, or being Normal. Tugas kita SAMA, yaitu menjaga "Bumi", layaknya tugas seorang #Khalifah" | #YesWords | @GANDIFAUZI

"Karena manusia sejatinya saling melengkapi dan bekerjasama, tanpa memandang "label" yang melekat pada manusia itu sendiri, #Humanity" | @GANDIFAUZI

Kesimpulannya, bahwa sesungguhnya "Kita Semua Sama" . Hanya amal dan keimanan yang membedakan setiap jiwa di dunia ini.



Terimakasih...

9 comments:

  1. Replies
    1. Hahahahaahahahahaha...... Selamaaaatt pertamax! :P

      Delete
  2. Replies
    1. Hahahhaa,,, kenapa jadi balapan ya>?? :))

      Delete
  3. apakah tulisan ini mengandung suatu pesan tersirat?
    sepertinya sih gitu beneran kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmmm.... Memang ada tapi tak ditujukan secara spesifik :D

      Delete
  4. apakah tulisan ini mengandung suatu pesan tersirat?
    sepertinya sih gitu beneran kah?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...