Tuesday, December 11, 2012

Bingung Sejenak

Saya bukan tipe orang yang pemikir (think) tapi begini, ada kalanya atau bahkan setiap saat saya berusaha mencari jawaban atas sesuatu yang belum terjawab, atau mungkin sengaja memikirkan hal-hal yang bisa jadi tak terpikirkan oleh orang lain. Yes i like to be different, saya ingin berbeda dengan orang kebanyakan dengan memanfaatkan keunikan diri sendiri tentunya.

Simple'nya, jika kondisinya orang yang sobat sayangi berada di suatu bangunan berlantai dua, dengan pintu terkunci dan hanya ada jendela saja. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana cara menemuinya? Pastinya akan ada banyak cara dan jawaban, bukan? Mulai dari masuk baik-baik dengan permisi, itu umumnya yang dilakukan orang, kan? Tapi bagaimana jika orang rumahnya tidak welcome? Solusinya dengan sembunyi-sembunyi, saat yang lain memutuskan untuk mengambil tangga dan masuk melalui jendela, maka cara saya berbeda, saya akan cari dan panjat pohon terdekat dan terjun melalui atap ala Batman, hahaha... Tapi itu sah-sah saja kan?? *Namanya juga "Andai", well mungkin itu contoh absurd  saja.

Termasuk tentang masalah sosial #serius mode, pernahkah sobat berpikir atau setidaknya bertanya dengan diri sendiri "Kenapa di Indonesia masih banyak orang miskin?" mungkin ada yang menjawab "tidak ada lapangan pekerjaan", "salahnya pemerintah", "nasib", "pendidikan rendah", dan berbagai alasan lainnya. Bukan itu menurut saya, tapi masalahnya terletak pada 'mindset' atau pola pikir, yang memang berkaitan dengan pendidikan. Kalau saya jelaskan melalui tulisan mungkin akan panjang dan ribet nantinya, tapi begini saja, akan saya sederhanakan lagi.

Source

Tentang mindset dan sistem pendidikan yang "salah", kenapa? Alasannya?

Karena saya merasa menjadi "korban" dari sistem pendidikan itu. Begini, ambil saja semasa SD yang saat itu masih jelas dalam ingatan kalau pelajaran apapun harus mendapat nilai bagus, entah tekanan dari orang tua dan dari guru. Saat misal metematika mendapat nilai jeblok dan jelek, jadilah sampai di rumah dimarahi, dan juga di sekolah, intinya di tuntut untuk sempurna dalam semua mata pelajaran, pernah merasa seperti itu??

Padahal, tidak ada seorang pun yang sempurna karena sudah dibekali kemampuan alamiah tentang sesuatu hal. Contoh, seorang guru matematika tidak akan mampu menjawab soal biologi, dan seorang guru olahraga belum tentu mampu menjawab soal kalkulus. Saya berani yakin tentang itu, kalaupun mereka mampu tidak akan dalam level yang sama. Nah, kalau seorang guru saja demikian, mengapa memaksakan muridnya untuk pandai dalam semua bidang pelajaran? Maaf, buat saya itu omong kosong.

Suka tidak suka, sadari atau tidak, sistem itu perlu diubah kembali. Seharusnya saat awal masuk SD, antara kelas 1-3 mungkin, pihak sekolah memantau tentang minat dan bakat muridnya. Misal jika ada seorang murid yang berbakat di bidang seni, maka kembangkan dan perbanyak kelas seni untuk murid itu, begitu juga dengan pelajaran lainnya. Karena faktanya tidak semua pelajaran itu penting, untuk saya pribadi, juga masih bingung untuk apa belajar peta buta? Untuk apa tahu tanggal-tanggal tertentu, karena tidak semuanya digunakan saat bekerja. #OpiniPribadi

Dan nilai raport, IP/IPK tidak akan menjamin kesuksesan seseorang, tapi kreatifitaslah yang akan membawa seseorang untuk sukses. Nyatanya beberapa teman saya yang dulunya bodooh tapi saat ini malah lebih mapan dari saya, itulah kita terjebak dalam dunia "nilai".

Maaf kalau tulisan saya terlalu frontal, tapi bagi para orang tua ada baiknya berpikir ulang bahwa nilai anak bukanlah penjamin kesuksesannya, belajar tak hanya dari sekolah tapi bisa dari mana saja. Kembangkanlah bakat anak, jangan egois untuk menentukan masa depannya...! :)

Jadi, yang merasa belum memiliki dana untuk bersekolah atau putus sekolah jangan pernah menyerah untuk belajar dan tetap belajar, dari mana saja. Ilmu tidak sebatas hanya pada bangku sekolah, tapi ilmu bertebaran di penjuru bumi, tinggal bagaimana sikap kita saja.

Mau belajar tidak?

Mau sukses tidak?

Semua bergantung pada mindset dan persepsi kita dalam memandang persoalan dalam hidup, itu kuncinya.

Mindset | Source

Well, sekian tulisan kali ini, semoga dipahami dan kalau pun belum paham selamat menikmati kondisi "Bingung Sejenak", terimakasih sudah membaca :)


Salam,
Mister Gandi | Street Motivator | NLPer wannabe | Mastermind wannabe

34 comments:

  1. wow..ciyus..

    iya sering mikir kenapa perlu belajar sejarah kalau akhirnya jadi penyanyi doang.

    Kenapa perlu belajar memasak kalau tidak mahu memasak..

    waa ngomong apaan..

    Tapi pokoknya..sistem itu perlu di ubah..
    aku sudah bekerja selama dua tahun..dan hasilnya...gak ada yang nanya bila tanggal sekian-sekian.. Tapi sering di tanya bila tanggal nikah.

    #sewel #sadis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha,,,, eeaaa, tanggal nikah? Undangan jangan lupaa,, :D

      Delete
    2. hahaha calon nya udah pergi...hahaha tunggu 3tahun lagi :( :)

      Delete
    3. Hahahha,,, just wait, sabar, pasti nak dapat yang terbaik, aamiin :)

      Minta doa juga, jue,.. :D

      Delete
  2. emmm emang ada yang salah dalam pendidikan kita harusnya di sd kita itu belajar tentang budi pekerti dan seharusnya ngak ada yang namanya spmb karena di sma bakat dan minat siswa harusnya sudah di ketahui sekolah sehingga siswa tinggal melanjutkat kuliah ke jurusan yang dipilih sehingga ada ikatan antara sma dan kampus dan ngak akan ada lagi yang namanya "kampus abal-abal"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa,, setuju.
      Tapi uju=ian tertulis katanya sudah dihapuskan,,,

      Delete
  3. Bedakan antara pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Apa apa saja yang di pelajari pada saat SD, mungkin itu hanya sekedar pengetahuan, karena tidak perlu profesi khusus untuk menguasai itu. Tapi, bukan berarti hal-hal tersebut tidak perlu ya... Pasti ada manfaatnya. Paling nggak, gak jadi begok begok amat lah yaa kalo ngisi TTS
    *upss...

    kaburrrrr... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm,,, tapi TTS juga ga menghasilkan?? :p
      Kontra sekarang yaaa??? :D

      Tapi kan ga perlu sampe les macam2, toh?? Enak juga tidur, :))

      Delete
  4. hohohooho,,
    sy sedikit mengalirkan kontak pro pada tulisan anda,, heemm,,

    sy jg prnah nulis ginian,, beropini d kegiatan kampus,, lupa apa namanya,, temax ttg pendidikan,, sy membahas ttg sistem akademik pasif d indonesia,, mirip2 lahh kayak bgini isinya..

    all over kt niatkan aja,, moga ilmu yg kt pelajarin slama ni,, bermanfaat,, hoho,,^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin,,, kuncinya di keluarga sebenarnya :)

      Delete
  5. tetangga gue juga ada yang agak nyeleneh bang, kuliah di kelautan eh kerja jadi karyawan bang, kampret gak ada hubungnnya sama sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha,, bukan kampret juga, tapi bisa jadi kuliahnya cuma sekedar aja, bukan di bidang yang dia benar suka.:D

      Delete
  6. Kaka Gandi Kaka Gandi, beberapa hari yang lalu waktu presentasi MK Perkembangan Peserta Didik, saya ngejelasin kyk yg Kaka jelasin di atas, tentang siswa yang sebaiknya berkembang sesuai dengan bakatnya sejak SD..
    Kata dosen saya itu memang bagus, tapi sebenarnya dgn mempelajari banyak mata pelajaran maka siswa akan lebih mudah mengetahui kecerdasan apa yg dimilikinya.. Kecerdasan itu ga cuma satu lho.. Tapi ada banyak.. Dan masing2 manusia ga mungkin cuma punya satu kecerdasan.. Makanya namanya Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligence)..
    Nantinya setelah tau kecerdasan apa yg dimiliki, barulah siswa dapat memilih jurusan sesuai dgn kecerdasannya tsb di tingkat perkuliahan..
    Tapi MASALAHNYA, kadang orangtua malah maksa2 anak buat masuk jurusan yang sebenarnya ga sesuai sama kecerdasan yg dimiliki anaknya tsb..
    Makanya salah satu alasan banyaknya mahasiswa yg DO adalah karena salah jurusan..
    Maap kalo komennya salah Kaka :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, memang Multiple Inteligence itu ada dan bisa dilatih, manusia kan pembelajar. Tapi untuk yang ga ngerti, bisa-bisa nangis tuh, :))

      Delete
  7. nggak bingung sejenak kok...
    gw jadi mikir sejenak justru... #manggut-manggut

    ReplyDelete
  8. Kalau cuman belajar sesuai bakatnya kaya nya juga gak bagus deh bang. Jadi dia bisanya situ situ aja. Mereka juga perlu pengetahuan yang lainnya.

    Kalo ygtadi dibilang ada temennya yg dulu gak tau apa apa skrg jadi lebih mapan dr kita itu orang bejo namanya.
    Orang pinter emang kalah sama orang bejo bang.

    ReplyDelete
  9. kak jangan bingung bgitu dong *eits

    ReplyDelete
  10. cie cie yg merasa jadi korban sistem pendidikan, hehe emang bener sob. cuma orang kreatip yang bakal menang di negara ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang, gue bakal jadi BOSS'mu, hahaha :))
      Dari kemarin cie cie terus, :D

      Delete
  11. iya, mindset yang salah.. be creative to fight

    ReplyDelete
  12. dulu saat SMA aku juga pernah mikir begitu :D

    ReplyDelete
  13. Dan nilai raport, IP/IPK tidak akan menjamin kesuksesan seseorang, tapi kreatifitaslah yang akan membawa seseorang untuk sukses. Nyatanya beberapa teman saya yang dulunya bodooh tapi saat ini malah lebih mapan dari saya, itulah kita terjebak dalam dunia "nilai".

    menurut aku salah mas . !!
    keberuntunganLAH yang menjadi kesuksesan seseorang.
    kreatif tapi gak beruntung ????
    beruntung adalah nasib yang digariskan oleh sang pencipta mas gandi.

    orang pintar belom tentu bejo.
    #hahahha iklan banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah, kalau beruntung kan konteksnya beda adeekk..?? Ini kan upaya-nya dulu, :)

      Delete
  14. saya setuju bahwa IPK atau nilai raport dapat membuat org tsb mudah mencari pekerjaan
    yg saya tau org yg kreatif dan bekerja keras itu yg nantinya sukses, kalo cuma mengandalkan nilai saja tanpa adanya sebuah tindakan bagiku itu gak ada artinya
    bener banget, mindset kita harus diubah, diubah utk selalu menjadi manusia yg kreatif, cerdas dan bekerja keras, tak lupa juga bersyukur tiap waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mei, tambahkan jika ada masukan, :)

      Delete
  15. Dah kyk mw prospek ML*M aj ne bg, wkwk
    Memang nlai gk mnentukan kta skses ap gk, tp smua plajarn it pnting kq, hanya sja emg kta btuh satu yg pling pntng tuk mngmbngkn bkat n minat kta, pndpt sya sih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. MLM katanya.. :))
      Iyaa segala pendapat ditampung kok, :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...