Tuesday, July 2, 2013

Arrivederci


Blog ini terabaikan, memang terabaikan. Well disamping karena factor kesulitan untuk online via laptop plus karena kemalasan saya menulis belakangan ini membuat saya berpikir ulang. Meninjau ulang niat passion saya di dunia blogging ini, ternyata passion itu masih ada, tapi masih ada satu ganjalan lagi yang mungkin alasannya perlu saya yakinkan kembali.

Ternyata benar, entah bagaimana saya merasa  kurang nyaman dan kurang bisa berdamai dengan blogspot. Padahal blogspot-lah yang menjadi platform pertama yang saya gunakan saat 2007, yaah but people changes right? Blog ini hampir berusia setahun, beberapa bulan lagi. Masih teringat jelas bagaimana dan kenapa saya menciptakan blog ini, tapi tak menjadi penting untuk dipublish disini J . Blog ini cenderung tidak berjalan sesuai tujuan awalnya, hanya menjadi tempat pembuangan pikiran yang tidak seharusnya.

Hmmm,,,,

Finally, saya putuskan untuk kembali menggunakan blog lama yang juga terupdate sore tadi.
Dan bagaimana nasib blog ini? Dengan terpaksa, akan saya delete atau hidden TEPAT saat malam takbiran lebaran versi pemerintah nanti, hahahaha…. =))

Silahkan temukan saya di gandirizal.wordpress.com untuk kedepannya.

Sampai juga saat untuk mengucapkan ARRIVEDERCI blogspot!

Terimakasih untuk kunjungannya ke blog ini, selama ini… Ciao! :D
Read More >>

Thursday, May 30, 2013

Maafkanlah Niscaya Dadamu Lapang

Saya ingin bercerita dan sedikit berbagi tips tentang memaafkan, hampir setiap harinya, atau bahkan di saat-saat yang tak terduga terkadang ada saja hal-hal yang memancing emosi, sudah pasti menimbulkan kemarahan dalam diri kita.
 
Belakangan ini pun beberapa teman saya mengeluhkan tentang keadaannya yang seolah di dzalimi  oleh seseorang, “Kak, si anu tuh teganya kaya gitu, sebeell…!!!”, yang terekstrim “Janc******kk, maunya apa tuh orang?!!”, ungkapan dan umpatan demikian rasanya sudah tak asing lagi di telinga, iya atau iya?? Hehe…
 
 
Saat ini siapa yang lagi kesel ngamuk, sebel, emosi, pengen bunuh orang, ngacuuung?? Ha..ha..ha.. Baguuus sekali, menandakan anda membutuhkan pertolongan, :lol: 

Berbicara tentang konflik, orang-orang inilah yang amat berpotensi menimbulkan konflik, seperti:

1. Suami
2. Istri
3. Orang Tua
4. Anak
5. Mertua
6. Menantu
7. Atasan
8. Bawahan
9. Guru
10. Murid
11. Teman
12. Sahabat
13. Pacar
14. Tetangga
15. Mantan
16. Tambahkan jika ada yang belum saya sebutkan
 
Okey, sekarang saya ajak Anda untuk bermain sejenak, jawab pertanyaan saya dengan jujur, renungkan…
 
“Apakah benar mereka yang saya sebutkan di atas, menjadi pemicu konflik dalam hidup Anda?”
Dan
 “Bagaimana persisnya tindakan mereka mampu menyakiti Anda?”

Simpan dulu jawabannya, ya…??
 
Sekarang saya ingin berbicara dengan “Anda” bukan Anda, “Anda” yang saya maksud adalah unconscious Anda, alam bawah sadar Anda, Nafs, Qalbu, part, atau apa pun istilahnya yang bertugas mengkontrol diri Anda, menghebatkan diri dan memotivasi diri…
Sadarkah Anda, siapa yang semakin dirugikan atas kemarahan Anda?? Apakah pelaku yang mendzalimi tadi, orang yang membuat jengkel bukan main tadi?? Jika menjawab ‘Iya’ berarti Anda SALAH, kok bisa??
 
Begini, manusia bertindak atas 2 respon, internal dan eksternal. Meminjam salah 1 presuposition dalam NLP yang berbunyi “Map is not territory” (Peta bukanlah wilayah), artinya apa pun yang terjadi pada eksternal kita, di luar diri Anda, akan di olah melalui seluruh inderawi kita, baik visualisasi, auditory, kinestestis, dsb. Hasil olahan tersebutlah yang akan menjadi realitas dalam pikiran kita, secara sederhananya sebuah kejadian di luar dapat diartikan berbeda-beda bagi setiap orang.
 
Nah, bisa dikatakan jika sebenarnya TIDAK ADA YANG MAMPU MEMBUAT ANDA merasa BAHAGIA, MARAH, SEDIH, KECEWA, TANPA IJIN dari DIRI ANDA SENDIRI, that’s it.
 
Mungkin Anda boleh tidak setuju dengan apa yang saya ungkapkan, tapi cobalah jujur pada diri sendiri, apakah manfaat yang Anda dapat dengan tetap memelihara perasaan tidak nyaman (dendam, marah, dsb, red) itu?? Saya jamin secara perlahan kesehatan Anda akan menurun, dan semakiiiin menurun,.
 
Well, sekarang saya ingin berbagi beberapa tips yang saya miliki, untuk membuang perasaan tidak nyaman (dendam, marah, dsb.)

Teknik Buang Air Besar
Caranya,
  1. Saat Anda merasakan ada dorongan ingin buang air besar, niatkan dalam hati bahwa kegiatan pembuangan ini Anda lakukan pula untuk membuang emosi-emosi yang tidak nyaman yang Anda tahan selama ini pada diri Anda.
  2. Ingatlah peristiwa yang membuat Anda tidak nyaman, dan saat ada perasaan yang tidak nyaman muncul, imajinasikan saat Anda merasakan perasaan tersebut alirkan dan satukan dengan kotoran Anda. 
  3. Saat Anda memutuskan menekan kotoran itu keluar, imajinasikan pula Anda pun sedang melepaskan emosi-emosi negatif yang ada dalam diri Anda.
  4. Saat Anda membersihkan kotoran Anda, imajinasikan pula bahwa diri Anda pun sedang membersihkan kotoran batin Anda.
  5. Biasakanlah Anda melakukan hal ini, sehingga setiap Anda melakukan kegiatan Buang Air Besar, ini SAATnya Anda membuang kotoran-kotoran batin Anda.
Teknik Kursi
Fokus dan Rileks kan diri Anda, gunakan imajinasi Anda dalam melakukan teknik ini. Teknik ini tidak dianjurkan untuk wanita terutama Ibu Hamil (biar AMAN),!

Caranya,
  1. Siapkan 3 buah kursi, beri nama Kursi A, Kursi B, dan Kursi C.
  2. Kursi A adalah Anda, Kursi B imajinasikan sebagai tempat duduk orang yang mendzalimi Anda, dan Kursi C adalah orang yang Anda teladani.
  3. Permainan dimulai, duduk di Kursi A dan “masuk” ke dalam diri Anda, ingat kembali kejadian dimana Anda sangat tersakiti, rasakan emosi yang keluar, menangis bila harus menangis, marahlah jika harus marah.
  4. Setelah dirasa emosinya tepat maka EKSPRESIKAN saja perasaan tidak nyaman Anda ke kursi B tadi, kalau harus tendang makan tendang saja kursi itu, bayangkan orang itu ada di kursi B, maki-maki saja sesuka Anda, sampai Anda puas, benar-benar puas, dan cukup.
  5. Jika sudah merasa cukup, lakukan “break state” dengan mengalihkan emosi yang meluap tadi, bisa dengan cara berdiam diri sejenak.
  6. Pindahkan focus Anda ke kursi C, orang yang Anda teladani. Bayangkan dia duduk disana, dan mintalah saran, nasehat yang bisa menenangkan hati Anda.
  7. Jika masih merasa kurang, ulangi step ke 3 dan 4.
  8. Jika sudah merasa LEGA, akhiri dengan BERSYUKUR dan BERDOA.
  9. Kembalikan diri Anda pada kesadaran semula.
Mudahkan…?? Hanya perlu latihan dan latihan, perlu dingat sebaiknya mencari tempat yang sepi untuk teknik Kursi ini, agar tak disangka orang Gila, hahahaha… Karena orang yang menyakiti Anda sesungguhnya hanya ada di pikiran Anda, buat apa Anda menyiksa diri dengan perasaan tak nyaman? Karena bisa jadi orang yang menyakiti Anda telah lupa dengan perbuatannya.
 
Terakhir, INGATLAH, bahwa menyimpan dendam, amarah, dsb ibarat berjalan dengan celurit tertancap di perut Anda, akan sangat menyakitkan jika dipertahankan, dan melepasnya pun perlu kehati-hatian.
 
Ada banyak teknik dan cara untuk mengatasi kemarahan Anda, saya tidak bertanggungjawab atas teknik kedua, karena memang membutuhkan pelatihan secara langsung, lakukan saja Buang Air Besar yang AMAN, :-D

Selamat membebaskan diri Anda,
 
Terima kasih

***

Artikel ini adalah Re-Post dari yang pernah saya tuliskan di blog Warung Blogger  , sekedar untuk mengarsipkan kembali.
Read More >>

Saturday, May 25, 2013

Merindukan Keheningan

Jari ini mulai (bahkan sudah) kaku untuk sekedar mengetik beberapa kata atau kalimat, sampai lupa kapan terakhir kali posting di blog ini, hahaha… Alhamdulillah akhirnya bisa memposting celotehan yang tidak jelas ini, tadinya sudah ada beberapa ide untuk dituangkan ke blog ini, tapi karena moment yang kurang tepat sampai entah ide itu kemana perginya, =))

Yeaah, I face a problem! Tepat, saya merindukan keheningan.

Entah kapan terakhir kali saya merasakan kondisi yang benar-benar hening, apapun bentuknya. Efeknya seperti inilah adanya, saya susah fokus dalam situasi yang rame, bahkan untuk sekedar menulis pemikiran (tidak penting) ini ke dalam bentuk posting seperti yang terbaca sekarang. Saat ini crowd begitu terasa, rumah tidak lagi sepi seperti beberapa saat kemarin.

Ada satu waktu yang benar-benar sangat hening, yaitu tengah malam dimana semua ide rasanya lebih mengalir. Tapi nyatanya, hampir setiap hari kondisi mata tak mendukung (baca : ngantuk) dan bablaslah sampai pagi, hahahaha… =))

Well, saya merindukan keheningan, dimana semuanya menjadi "tak bersuara".

Source : Google.com


Hening dalam pikiran.
Hening dalam perasaan.
Hening pada sekeliling (lingkungan).

Bukankah ada saatnya manusia membutuhkan keheningan? Dimana hanya ada saya dan “saya”, untuk sekedar ber-muhasabah diri, menentukan arah dan strategi, yang kesemuanya adalah untuk menghadapi hari-hari yang semakin memberi tantangan.

Hmmm, sudah saatnya untuk mengatasi (menjawab) masalah ini, kan?
Read More >>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...